Media Perjuangan Penerus Cita-cita "The Founding Fathers" Bangsa Indonesia

Media Perjuangan Penerus Cita-cita "The Founding Fathers" Bangsa Indonesia
Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh. Itulah Motto Media Kami
Home » » Dukung Perbaikan Gizi Anak Indoneaia, Bakso Sumber Selera Lounching Gerakan Berbagi Kelezatan

Dukung Perbaikan Gizi Anak Indoneaia, Bakso Sumber Selera Lounching Gerakan Berbagi Kelezatan

Written By Nusantara Bicara on 5 Jun 2017 | Juni 05, 2017


Jakarta, Nubic-Di bulan suci Ramadan 1438 H, PT. Sumber Prima Anugrah Abadi selaku produsen Bakso Sumber Selera berkomitmen untuk turut serta mendukung program perbaikan status gizi buruk anak lndonesia. Melalui gerakan Berbagi Kelezatan, Bakso Sumber Selera mengajak masyarakat untuk turut berbagi donasi 1000 dari setiap pembelian produk Bakso Sumber Selera isi 25 dan isi 50. Gerakan ini dilandasi oleh temuan berbagai kasus gizi buruk yang sampai saat ini masih banyak dialami oleh anak anak Indonesia.
 
Menurut Profil Kesehatan lndonesia 2015 yang dirilis oleh Kementrian Kesehatan Ri menunjukan bahwa angka balita gizi buruk di lndonesia masih cukup tinggi yakni 26.518 balita. Bahkan menurut indikator Kesejahteraan Rakyat 2016 menunjukan bahwa persentase anak dengan status gizi buruk terus meningkat dari 4,9 persen di 2010 menjadi 5,7 persen di 2013. Begitu juga dengan gizi kurang yang meningkat dari 13 persen menjadi 13,9 persen dalam periode waktu yang sama. 
 
Sedangkan secara wilayah, Riskesdas (2013) juga melaporkan Banten sebagai salah satu wilayah dengan jumlah balita gizi kurang yang cukup tinggi di indonesia, yaitu sebesar 17%. Berdasarkan Profil Kesehatan Banten (2012), Kabupaten Tangerang menempati posisi kedua jumlah balita gizi buruk dan kurang tertinggi di Banten. Sebanyak 1.579 balita masih mengalami gizi buruk dan 11.989 balita mengalami gizi kurang.
 
Hal ini yang tengah menjadi perhatian brand Bakso Sumber Selera kali ini. Mumu Alqodir selaku General Manager Operations PT . Sumber Prima Anugrah Abadi mengaku turut prihatin atas kondisi tersebut dan memandang perlu adanya kontribusi dan sebuah gerakan bersama untuk menyelamatkan masa depan bangsa. ”Memang sangat ironi, disatu sisi kita begitu mudah menikmati makanan yang nikmat dan penuh nutrisi, seperti halnya bakso Sumber Selera. 
 
Namun nyatanya, di tengah-tengah lingkungan kita masih ada sebagian kalangan anak indonesia yang kondisinya justru sebaliknya. Mereka begitu sulit memenuhi kebutuhan nutrisi gizi yang mereka butuhkan," ujar Mumu. Selaku produsen produk makanan yang paham akan kandungan nutrisi, Bakso Sumber Selera siap mendukung program tersebut. "Apalagi ditengah Bulan Suci Ramadan seperti saat ini. Gerakan donasi yang kita kelola diharapkan bisa lebih bermanfaat dan penuh berkah," Mumu menegaskan.
 
Sebagai brand nasional, gerakan Berbagi Kelezatan adalah bagian dari program CSR perusahaan yang ditujukan untuk membangun generasi muda yang cerdas. Selain itu, program Berbagi Kelezatan juga memiliki misi penting membangun pemahaman dan peradaban moral masyarakat bahwa berbagi itu sangat mudah. "Semudah menikmati bakso setiap hari di rumah, semudah itu pula kita bisa berbagi”, ujar Mumu.
 
Melalui donasi Rp. 1000 dari setiap bungkus pembelian produk Bakso Sumber Selera isi 25 dan 50, yang struk pembelian dan photo produknya dikirimkan ke facebook messangernya Bakso Sumber Salem,. Dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan guna memperbaiki status gizi buruk anak lndonesia, khususnya yang berada di wilayah Kecamatan Teluknaga Kabupaten Tangerang. Program yang didukung penuh oleh PKPU Human lnitative ini bakal berlangsung selama 6 bulan. Namun untuk mekanisme pengumpulan donasi akan dihimpun dari hasil penjualan produk Bakso Sumber Selera sepanjang Bulan Ramadan 1438 H.

Andjar Radite Direktur Kemitraan PKPU turut menjelaskan bahwa program ini sejalan dan didukung penuh oleh pemerintah. ”Secara teknis kita bekerjasama dengan petugas kesehatan dari pemerintahan daerah setempat. Setiap anak, intervensinya akan berbeda-beda. Semua tergantung kondisi dilapangan. Bisa karena asupan gizi kurang saat ibu hamil dan setelah bayi lahir atau karena kurangnya wawasan warga tentang bagaimana memanfaatkan semua daya dukung lingkungan untuk memenuhi kebutuhan gizi," ujar Andjar. (AD)
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2018 - All Rights Reserved
Created by Nusantara Bicara