Bali, Nusantara Bicara -- Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana, Kol Inf Agung Udayana, menampik ada intervensi militer yang akan dilakukan melalui PKS dengan Unud. Menurutnya, kalau ada personel Kodam Udayana yang mendaftar menjadi mahasiswa Unud, hal itu dalam rangka memperdalam ilmu yang kaitannya dengan profesi.
"Kami kuliah itu untuk memperdalam ilmu. Tidak untuk menebarkan militerisme atau apa pun," kata Agung, dikutip detikBali, Rabu (02/04).
Agung mengatakan TNI AD akan tetap mematuhi dan mengikuti Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pendaftaran personel Kodam Udayana sebagai mahasiswa juga akan melalui mekanisme yang berlaku di kampus Unud.
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana (Unud), Bali, menuntut pembatalan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Rektorat Unud dengan Kodam IX/Udayana karena dianggap berpotensi mengancam kebebasan akademik. Mereka berencana menggelar aksi di Rektorat Unud
Salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unud, Dwi Andra, mengaku memahami bahwa universitas lain juga melakukan kerja sama serupa. Namun, dia menilai penandatanganan PKS antara Rektorat Unud dengan Kodam IX/Udayana menjadi sorotan karena bertepatan dengan polemik disahkannya revisi Undang-Undang TNI.
"Mungkin universitas lain memang memiliki perjanjian serupa. Namun, momen saat ini ada pergerakan soal UU TNI yang perlu kami soroti. Salah satunya adalah keistimewaan aparat dalam mengakses pendidikan di Udayana," ujar Dwi Andra di kampus Unud, Sudirman, Denpasar, dikutip detikBali, Selasa (01/04). (Agus)
Posting Komentar